Diantara suluk atau tirakatnya
Abah Habib Luthfi bin Yahya sewaktu mudanya dulu pernah terjadi di Kota
Pekalongan. Kisah berikut benar-benar terjadi dan ada saksi hidupnya,
orang Jenggot Pekalongan.
Hampir setiap harinya, di sela-sela kesibukan Habib Luthfi bin Yahya yang padat, beliau gemar mengumpulkan beras, sembako, uang, pakaian, dan segala kebutuhan sehari-hari umumnya orang.
Setelah barang-barang itu terkumpul lalu Habib Luthfi membawanya dengan kendaraan becak bersama tukang becaknya.
Dengan becak itu beliau
berkeliling memutari Kota Pekalongan. Dari rumah ke rumah barang-barang
itu lalu dibagikannya kepada warga secara langsung. Rutinitas demikian
berlangsung cukup lama.
Bahkan hingga sekarang kebiasaan tersebut pun tetap berlangsung. Berton-ton beras dikumpulkan di gudang Gedung Kanzus Sholawat. Hanya saja mungkin yang terlihat adalah pembagian beras setiap tahun.
Terkadang para santri dari berbagai pesantren yang selama
Ramadhan mukim di Kanzus Sholawat, oleh Habib Luthfi ditawari untuk
turut membagi-bagikannya kepada warga. Mulai dari rakyat biasa, Banser,
TNI, Polisi, semua ikut merasakan.
Kemungkinan besar suluk Habib Luthfi bin Yahya di atas mencontoh dan meneladani sang Mahagurunya, yakni Mbah KH. Abdul Malik bin Ilyas Purwokerto. Wallahu a'lam.
(Sumber cerita dituturkan oleh Ust. Oki Yosi. Ditulis oleh Ust. Syaroni Asyamfuriy)




